Bersegeralah dan Jangan Menunda !
Ibnu 'Atha berkata, "Sesungguhnya pada setiap waktu yang datang, maka bagi Allah atas dirimu kewajiban yang baru. Bagaimana kamu akan mengerjakan kewajiban yang lain, padahal ada hak Allah di dalamnya yang belum kamu laksanakan!".
Hari itu adalah hari yang teramat bahagia bagi Handzalah bin Abu Amir. Betapa tidak, ia baru saja melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita yang dicintainya. Saat sedang melaksanakan "kewajibannya" dengan sang istri, terdengar olehnya seruan agar kaum Muslimin bersiap untuk menghadapi kaum kafir Quraisy di Bukit Uhud.
Mendengar seruan itu, Handzalah melompat dari peraduan dan segera bergabung dengan tentara Islam lainnya. Dalam pertempuran di Bukit Uhud tersebut, Hanzhalah bertarung dengan sangat berani. Ia bertemu dengan Abu Shufyan bin Harb. Ketika itu, Hanzhalah dalam posisi di atas dan hendak membunuhnya. Tapi mendadak diketahui oleh Syaddad bin Aus dan ia lebih dahulu membunuhnya. Handzalah pun syahid di jalan Allah.
Segera setelah peperangan usai, Rasulullah SAW menemukan jenazah Handzalah. Beliau bersabda, "Sesunguhnya sahabat kalian (Handzalah) dimandikan oleh malaikat, maka tanyakanlah bagaimana kabar keluarganya". Para sahabat kemudian menemui istri Handzalah. Istrinya berkata, "Ketika mendengar panggilan untuk berperang, suamiku langsung menyambutnya, padahal ia dalam keadaan junub". Mendengar itu, Rasulullah SAW pun berkomentar, "Itulah yang menyebabkan para malaikat memandikan jenazahnya".
Bersegera dan jangan menunda
Entahlah, apakah kita sanggup atau tidak meneladani apa yang dilakukan Handzalah? Terlepas dari sanggup atau tidak, ada satu karakter yang telah ditunjukkan Handzalah, yaitu tidak menunda-nunda. Handzalah tidaklah sendirian. Banyak sahabat dan orang saleh yang sangat haus untuk berbuat kebaikan. Mereka tidak rela bila sedetikpun waktunya berlalu sia-sia. Mereka akan bersegera melakukan sebuah amal, bila amal tersebut telah tiba waktunya. Termasuk meninggalkan amal utama menuju amal yang lebih utama.
Dikisahkan Hasan Al-Banna, misalnya. Suatu ketika salah seorang anaknya sakit keras. Ia dan istrinya benar-benar mengkhawatirkan kondisi sang anak yang makin memburuk. Pada saat yang bersamaan, datanglah panggilan untuk melayani (berkhidmat) pada umat. Di antara dua pilihan tersebut, Al-Banna memilih yang panggilan kedua. Ia pun meninggalkan anaknya yang tergolek lemah di tempat tidur. Saat itu istrinya berkata, "Tegakah engkau meninggalkan anakmu yang sedang sakit keras?" Al-Banna menjawab, "Apakah ia akan sembuh dengan adanya aku. Padahal penyakit umat di luar sana jauh lebih penting untuk aku tangani!".
Apa yang menyebabkan Handzalah, Hasan Al-Banna, dan orang-orang saleh lainnya begitu bersemangat dalam kebaikan? Sebabnya, mereka berhasil mengatasi rasa takut. Ketakutan adalah salah satu penyebab orang menunda pekerjaan.
Sebenarnya, ada tiga pilihan saat kita dihadapkan pada rasa takut ini, yaitu: menghindarinya, mengharapkannya cepat berlalu, dan melawan rasa takut tersebut dengan segera melakukannya. Orang akan selalu menunda-nunda bila pilihannya jatuh pada nomor satu dan dua. Ia akan mencari seribu satu alasan untuk menghindar dari tugas yang semestinya harus ia lakukan. Pilihan ketiga adalah solusi terbaik dan itulah yang dilakukan Handzalah dan Al-Banna.
Selain itu, mereka pun miliki energi luar biasa untuk berbuat. Energi tersebut lahir dari sebuah impian besar, yaitu keinginan berjumpa dengan Allah SWT. Impian, cita-cita, atau keinginan yang sangat adalah penangkal paling efektif untuk menghancurkan rasa takut dan penundaan. Tampaknya, mereka sangat terinspirasi janji dari Allah SWT, Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (QS Ali Imran [3]: 33).
Yang ketiga, mereka tidak dilalaikan dengan angan-angan kosong. Angan-angan kosong di sini adalah harapan akan hadirnya hari esok. Tampaknya mereka sadar bahwa kesempatan untuk syahid sulit untuk terulang kembali. Walaupun kesempatan itu datang, ia tidak tahu apakah masih hidup atau sudah mati; sedang sehat atau sakit. Benar bila Islam melarang menunda tugas saat ini ke "sebentar lagi", juga amal ini ke "esok". Sebab, kita tidak tahu apa yang ada di balik "sebentar", "esok", atau "nanti" itu.
Ada hikmah menarik dari Imam Ali RA. Ia melukiskan bahwa "saat" itu hanya ada tiga, yaitu (yang) berlalu dan tak dapat diharapkan lagi, maka jadikanlah ia sebagai pelajaran; (yang) kini pasti adanya, jadikanlah ia peluang; dan yang akan datang, tapi ingatlah, boleh jadi ia akan menjadi milik orang lain. Pegang yang pasti, jangan diperdaya oleh esok, dan jangan pula menghadirkan keresahan esok ke hari ini. Karena, yang demikian itu hanya akan menambah beban diri. "Tahukah Anda bagaimana waktu mencuri usia manusia?" demikian seorang bijak bertanya dengan nada retoris. Ia menjawab, "Waktu mencurinya melalui hari esok yang melalaikannya tentang hari ini (dengan menunda), sampai usianya habis".
Bersegera dan tidak menunda adalah cerminan pribadi seorang Muslim. Tepatnya, cerminan dari orang yang sadar akan hakikat waktu. Waktu itu cepat sekali berlalunya. Sekali berlalu, ia tidak akan pernah kembali dan tidak akan pernah tergantikan. Karena itu, waktu menjadi harta termahal yang dimiliki manusia, sehingga menggunakannya dengan cara yang tepat menjadi sebuah kewajiban.
Ada tiga alasan kenapa Allah dan Rasul-Nya mewajibkan manusia untuk tidak menunda sebuah pekerjaan. Pertama, tidak ada jaminan kita bisa hidup hingga esok hari. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang diusahakannya besok (QS Luqman [31]: 34). Siapakah yang dapat menjamin kita bisa hidup hingga besok, lusa, bulan depan, atau tahun depan; padahal kematian begitu dekat dengan tiap manusia. Seorang penyair berkata, "Selesaikan pekerjaanmu hari ini, jangan menunggu besok. Siapa yang akan menanggung perkaramu di esok hari?"
Kedua, dalam setiap waktu ada hak dan kewajiban yang harus ditunaikan. Tidak ada waktu yang kosong dari aktivitas. Pengabaian terhadap hak dan kewajiban tersebut akan membawa kemudharatan berlipat-lipat bagi yang melakukannya. Seorang ahli hikmah berkata bahwa kewajiban pada tiap-tiap waktu memungkinkan untuk diganti, namun hak-hak dari tiap waktu tersebut tidak mungkin diganti.
Ibnu 'Atha mengungkapkan, "Sesungguhnya pada setiap waktu yang datang, maka bagi Allah atas dirimu kewajiban yang baru. Bagaimana kamu akan mengerjakan kewajiban yang lain, padahal ada hak Allah di dalamnya yang belum kamu laksanakan!"
Ketiga, baik bersegera ataupun menunda yang terus dilakukan akan menjadikan jiwa terbiasa melakukannya. Tidak akan pernah menjadi penunda "kelas berat", kecuali diawali dengan menunda kecil-kecilan dalam intensitas yang tinggi. Kebiasaan menunda akan menjadi tabiat kedua yang akan sulit ditinggalkan. Karena itu, Allah SWT melarang hamba-Nya melalaikan waktu sedikitpun, termasuk menunda pekerjaan. Allah SWT berfirman, sesungguhnya orang Mukmin itu apabila berbuat dosa akan ada di dalam hatinya bintik hitam, seandainya ia bertobat, maka akan hilang bintik hitamnya; dan apabila ia menambah niscaya akan bertambah (bintik hitam tersebut), sehingga akan menutup hatinya (QS Al-Muthafiffin [83]: 14). Wallahu a'lam bish-shawab.
10 Ciri Orang yang Berfikir Positif
1. Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak
'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat."
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
10. Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam. (hannie k.wardhanie)
Kekuatan Persahabatan
Apakabar Sahabat-sahabatku yang terkasih?
Super, semoga teriring hadirnya tulisan saya dalam milist yang mulia ini menjumpai Sahabat-sahabatku terkasih, semoga Sahabatku sekalian senantiasa dalam keadaan kesehatan yang baik serta senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Agung.
Adalah suatu kehormatan bagi saya secara pribadi atas kesempatan dan ijin-NYA sehingga dapat kembali hadir menjumpai Sahabat-sahabat terkasih dalam milist mulia ini. Terimakasih saya haturkan kepada Bapak Mario Teguh atas goresan-goresan kalimat tinta emas yang sangat dalam yang tertanam didalam hati saya.
Sahabatku yang terkasih, helai demi helai lembaran hari dalam kalender kita tidak terasa bersama-sama kita hampir tiba di penghujung bulan april. Usia kita pun bertambah, semoga kita menjadi pribadi yang semakin matang, semoga Persahabatan Baik antara kita Sahabat-sahabatku yang terkasih juga semakin matang sehingga tidak ada hal yang dapat merenggangkan Persahabatan Baik kita ini.
Sahabatku yang terkasih, ijinkan saya menguraikan kembali Tema indah yang disampaikan oleh Guru kita, Bapak Mario Teguh mengenai PERSAHABATAN yang diilustrasikan bagai KEPOMPONG.
Sahabatku, jika kita menilik sejenak mengenai kepompong, apa yang terbesit dalam benak sahabat??
Kepompong merupakan sebuah telur kehidupan yang dapat bermetamorfosa menjadi organisme yang sempurna dan luar biasa cantiknya menjadi KUPU-KUPU. Sahabatku, pernahkah kita melihat perjuangan seekor kupu-kupu? Proses metamorfosis yang dialami tidaklah mudah. Sahabatku, ketika kepompong menetas menjadi ulat yang berusaha keluar dari bungkusnya dengan usaha yang besar, dan pernahkah kita terbesit untuk membantunya keluar dari kesulitannya itu?
Sahabatku yang terkasih, Beliau Sang Maha Perkasa menjadikan semua ciptaan-NYA adalah indah dengan cara-cara Beliau. Sahabatku, dengan proses yang sulit melalui jalan yang sempit, ulat berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari bungkusnya merupakan rencana indah Beliau agar kelak ulat tersebut menjadi individu yang kuat. Cairan-cairan dan serat-serat yang melekat pada bungkus kepompong ulat tersebut, merupakan karya Tuhan agar sayap-sayap kupu-kupu menjadi kuat sehingga ulat tersebut dapat menjadi kupu-kupu yang sempurna, bisa terbang dengan sayapnya yang indah.
Sahabatku yang terkasih, bagaimanakah dengan kisah perjalanan kehidupan kita?? Apakah sahabat terkasih mengalami seperti apa yang dialami oleh ulat tersebut? Bersyukurlah Sahabat, Anda dan Saya mengalami proses tersebut karena proses tersebut pasti menjadikan kita manusia seutuhnya dan sebaik-baiknya manusia.
Jika Anda menjadi sahabat bagi diri Anda sendiri, Anda adalah sahabat bagi siapapun.
(Mario Teguh Golden Ways - Kepompong)
Sahabatku,
Memahami nasehat menjadi sahabat bagi siapapun adalah juga menjadi sahabat bagi musuh kita.
Bagaimana kita menjadi sahabat yang baik, bahkan sahabat bagi musuh kita?
Karena, tidak ada yang diiinginkan oleh musuh kita selain penghapusan diri kita. Musuh kita adalah pribadi yang paling jujur akan apa yang ada dalam diri kita. Jika kita berbuat baik dan menguntungkan bagi musuh kita, apakah mereka masih akan meniadakan kita?
Sahabatku, dalam taping Golden Ways dengan tema Kepompong�, Bapak Mario berjalan turun dari panggung yang kemudian menanyakan kepada audience, salah satu audience yang beruntung menerima pertanyaan dari Guru kita adalah saya. Sahabatku, Bapak Mario bertanya : Apakah dalam hidup ini Anda memiliki tujuan ? lalu saya menjawab :Ya. Kemudian Bapak Mario menjawab : Good. Kemudian Pak Mario menyampaikan : Jika dalam pencapaian tujuan-tujuan baik kita, apakah anda membawa serta tujuan orang lain? didalam rencana-rencana keberhasilan kita apakah keberhasilan sahabat kita juga ada didalamnya? Bisa dibayangkan, jika rencana keberhasilan kita menyertakan pencapaian keberhasilan orang lain. Apakah akan ada lagi orang yang memusuhi kita?
Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia atas pilihan-pilihan baik kita. Ia adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu ketika Anda sedang berkecil hati.
Hidup adalah sebuah proses untuk menjadi - yaitu menjadi lebih baik, lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengaruh; agar manfaat dari pelayanan diri kita menjadi luas dan berdampak.
(Mario Teguh Golden Ways - Kepompong)
Seperti dalam kutipan syair sebuah karya musik dari Sind3ntosca yang berjudul Kepompong berikut :
............
Persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kupu-kupu.
...........
Semoga bertambahnya usia kita, semakin matang persahabatan kita dan menjadikan kita kupu-kupu yang indah bagi sesama. Karena kita indah, jika orang lain merasa damai dan menikmati keindahan yang ada dalam diri kita.
Persahabatan yang indah menjadikan pribadi-pribadi yang bersahabat didalamnya indah.
Bukan kurangnya kasih sayang yang menggagalkan banyak pernikahan, tetapi tidak cukupnya persahabatan.
(Mario Teguh Golden Ways - Kepompong)
Sehingga...
Cukupkanlah persahabatan baik kita sehingga tiap-tiap kita menjadi pribadi yang berkasih sayang satu sama lain.
Sahabatku yang terkasih, demikian sharing saya dalam milist yang sangat mulia ini. Harapan baik saya, kita tumbuh menjadi pribadi yang indah bagaikan Kupu-Kupu, bermanfaat keindahannya bagi orang lain.
Terimakasih dan Stay Super!!
Wish Word 4 today..
Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita,
kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita.
Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda,
dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati
Setiap orang mungkin bisa mendengar yang Anda katakan,
tetapi sedikit sekali yang betul-betul mendengarkan,
dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan.
Dan dengannya dia memberikan - bahkan yang tidak Anda minta.
Mario Teguh
Apakah Anda bisa membayangkan persahabatan yang berjalan baik tanpa kegembiraan?
Mengapa sebagian dari kita lebih ramah kepada perasaan marah
dan mempertahankan hal-hal yang tidak penting serta mengorbankan kualitas kebersamaan?
Sikap-sikap baik adalah awal dari nasib baik.
Maka apabila kita mengeluhkan nasib,
cobalah temukan kualitas-kualitas yang memperbaiki nasib itu dalam persahabatan.
Karena seorang sahabat tidak punya kepentingan lain
kecuali melihat kita berbahagia dalam pilihan-pilihan kita.
Banyak orang mensyaratkan perubahan pada orang lain supaya menjadi sahabat baginya.
Padahal tantangan utamanya adalah
apakah Anda bisa mengubah diri Anda untuk menjadi sahabat bagi orang lain?
Mario Teguh
Apabila Anda bisa menjadi sahabat bagi diri Anda sendiri,
Anda bisa menjadi sahabat bagi siapapun.
Lihatlah diri Anda sendiri, yang sering menjadi pribadi yang sulit disahabati.
Dia mempunyai impian besar, tetapi dibatal-batalkan oleh dirinya sendiri.
Nasehatnya baik kepada dirinya, tetapi tetap bersikap agresif kepada orang lain.
Menyalahkan orang lain walaupun tahu dia sendiri yang salah.
Di dalam hubungan suami istri,
dia lebih banyak mendahulukan siapa yang benar dan salah,
daripada mendahulukan agar kedua-duanya berbahagia.
Sebagai kepompong ada kepompong yang gagal dan tidak pernah keluar.
Tetapi ada juga kepompong yang memilih untuk ikhlas berevolusi
menjadi kupu-kupu indah yang mensahabatkan dirinya kepada kemanusiaan.
Perhatikanlah juga, ada orang yang selalu bisa diterima di tempat manapun,
walaupun orang yang menyukainya sebenarnya orang-orang tidak baik.
Coba bayangkan kalau musuh Anda pun menganggap Anda sebagai sahabat,
tidak ada lagi yang tidak bisa Anda capai dalam hidup ini.
Mario Teguh
Orang yang mengerti peran dari orang yang memusuhinya
kadang-kadang tetap menjaga orang itu tetap ada.
Para pesaing itu jangan Anda sepelekan pikiran dan rencana-rencananya,
karena tidak ada lagi yang dilakukan pesaing Anda kecuali upaya untuk menghapus Anda.
Berhati-hatilah, karena sering orang besar jatuh,
karena dijatuhkan oleh orang kecil yang disepelekannya.
Maka lihatlah pesaing Anda sebagai pemaksimal kualitas.
Tanpa pesaing, kita akan sangat santai.
Hanya karena adanya pesaing,
kita dipaksa untuk memperbaiki diri dalam keadaan yang harus mengutamakan keprimaan.
Lakukanlah hal-hal yang membuat kita super,
dan untuk itu Anda sangat terbantu oleh keberadaan pesaing Anda.
Karenanya, kita dinasehatkan untuk;
Jagalah sahabat-sahabat mu dekat-dekat,
tetapi jagalah musuh-musuh mu lebih dekat lagi,
karena mereka lebih jujur tentang apa yang harus kamu perbaiki.
Mario Teguh
Orang yang hebat pada usia 40 tahun dan orang yang menyedihkan dalam usia 40 tahun,
kecepatan hidupnya sama.
Orang yang hebat bisa mendapatkan lebih banyak,
karena yang dilakukannya memang lebih banyak daripada yang dilakukan orang kebanyakan.
Keberhasilan ada di alam tindakan bukan di alam rencana dan angan-angan.
Maka secepatnya setelah jelas apa yang ingin Anda capai, bertindaklah dan berkeringatlah.
Orang-orang yang tidak begitu penting bagi orang lain dibiarkan menua dengan kecepatan standar.
Sementara orang-orang yang hidupnya penting bagi orang lain,
Tuhan akan menjadikan waktu hidupnya berlipat,
supaya banyak yang diuntungkan dalam perjalanan waktunya.
Duduk dan berbincanglah dengan orang-orang besar di sekitar Anda
dan total-lah semua yang dilakukannya dengan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai semua yang dicapainya,
dan Anda akan takjub dengan orang yang seharusnya hidup selama 150 tahun
berada dalam badan yang berusia 43 tahun.
Mario Teguh
Evolusi terbaik bagi seorang manusia adalah menjadi pribadi yang santun.
Pribadi yang santun tidaklah sederhana,
karena dia selalu mengontrol terhadap kekuatan pribadinya.
Ber-evolusi-lah menjadi pribadi yang santun karena pribadi ini penuh hormat,
dan hormat adalah cara meletakkan diri dan orang lain di tempat-tempat yang baik.
Apabila kita ber-evolusi menjadi pribadi yang tahu meletakkan diri,
Anda akan segera tahu bahwa kesesuaian Anda bagi tempat yang sekarang juga sementara,
sehingga kebenaran alam menaruh Anda dalam tempat-tempat yang lebih terhormat,
agar Anda bisa mengangkat hormat dari kehidupan orang lain.
Kalau Anda bekerja untuk Tuhan tidak ada lagi yang bisa membatasi anda,
orang tuli, buta, dan yang sudah mati pun akan bisa mendengar Anda,
karena yang Anda wakili adalah kebenaran Tuhan.
Mario Teguh
Memaknai Hari Kartina 2009
Meski terlambat, ijinkan saya mengucapkan selamat Hari Kartini.
Ijinkan saya sharing mengenai sebuah acara di station TV swasta,di mana acara tersebut rutin di siarkan pada senin.
Ada satu kisah yang sangat menyedihkan ketika sebuah keluarga yang bahagia,ditinggal pergi selama-lamanya oleh seorang Ayah yang menjadi penopang kehidupan keluarganya.
Keluarga tersebut memiliki seorang anak laki-laki yang setelah ayahnya meninggal, semakin hari tingkahnya semakin tidak terkontrol.
Untuk menyambung hidup dan menghidupi anak-anaknya sang Ibupun berjual nasi di depan rumahnya. Rupiah demi rupiah di kumpulkan dan di saat rupiah tersebut terkumpul sebagai tabungan, anak laki-lakinya pulang ke rumah dan mengambil semua tabungan tersebut dengan cara yang membuat ibunya tersiksa.
Hingga suatu saat ibu mengalami musibah, dan di bawa ke rumah sakit. Kemudian anak laki-lakinya datang ke rumah sakit dengan dengan segudang penyesalan,memohon maaf dan menciumi telapak kaki Ibunya yang sedang tidak sadarkan diri karena musibah itu. Anak laki-laki tersebut tersadar bahwa apa yang di lakukannya itu tidak benar.
Sahabatku,
Dari kejadian tersebut kita bisa mengambil hikmahnya, bahwa penyesalan datang pada akhir suatu kejadian dan baru menyadari bahwa ibu yang telah mengandung selama 9 bulan,melahirkan dengan pertaruhan nyawa,menyusui, mebesarkan bukan untuk di aniaya melainkan wajib hukumnya untuk di bahagiakan dan di muliakan keberadaannya.
“Tidak ada seorang besar yang mulia yang dulunya tidak belajar bertepuk tangan di pangkuan Ibu. “ ( MTGW - A Mothers Prayer )
Di hari Kartini ini,ijinkan saya untuk mengucapkan Selamat Hari Kartini terutama buat Ibu saya tercinta dan umumnya buat para Ibu dan calon Ibu di manapun yang bisa mengakses milis MTSC ini.
Pak Mario dan Ibu Linna,terimakasih telah memberikan motivasi dalam menjalani kehidupan ini.
Terimakasih dan Salam Super,
6 pertanyaan
1. Pertanyaan pertama; " Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? "
Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.
Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah " MATI ". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)
2. Pertanyaan kedua; " Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini? "
Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah ” MASA LALU ’”. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
3. Pertanyaan yang ke tiga; " Apa yang paling besar di dunia ini? "
Murid-muridnya ada yang menjawah gunung, bumi,dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah " NAFSU " (Al-A'Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
4. Pertanyaan ke empat adalah; " Apa yang paling berat di dunia ini? "
Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghozali. Tapi yang paling berat adalah " memegang AMANAH " (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT,sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
5. Pertanyaan yang ke lima adalah; " Apa yang paling ringan di dunia ini? "
Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “ MENINGGALKAN SHOLAT “. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.
6. Pertanyaan ke enam adalah; " Apakah yang paling tajam di dunia ini? "
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang... Benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling tajam adalah " LIDAH MANUSIA ". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
BERBUATLAH YANG TERBAIK - Kisah 4 Istri
Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.
Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.
Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.
Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.
Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."
ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya.
ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.
ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu."
ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba- tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi.
Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."
HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.
Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita. Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.
Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.
***/dikutip dari Motivasi.Net_YahooGroup/unitedcorevision.com